Tepat setahun dimulainya cerita Tomat dan Cabe.

Bagi yang belum tau Tomat dan Cabe itu apa, gw kasih tau. Selain sebagai nama jenis sayuran yang sehari harinya kita konsumsi, Tomat dan Cabe juga merupakan nama panggilan untuk Indra Purnama dan Asri Fitriasari. Bagi yang belum tau siapa mereka, tidak usah pula khawatir, belum terlambat kok untuk berkenalan dengan mereka (halah)  dan jangan lupa kunjungi juga blognya ya.. Yup yup, hari ini tepat setahun cerita si gw dgn seorang mahasiswi FKG bernama Asri.

Gw pertama kali kenal Asri pada tahun 2006. Dia itu tetangganya salah satu teman sekampus gw. Waktu itu dia masih berstatus sebagai siswi salah satu SMU di Bandung. Perkenalan yang terjadi adalah perkenalan biasa yang sudah  menjadi standar operasional perkenalan di Indonesia.

Teman Gw : Ndra, kenalin, ini Achii (nama panggilannya Asri)

Gw            : Oh, nepangkeun, Indra (Kenalkan, Indra)

Asri           : Achii,, (tersenyum sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di dada -bukan gerakan karate-)

Yes, Awal pertemuan kita emang biasa banget. There’s nothing special happened. Setelah itu kita hanya beberapa kali secara tidak sengaja bertemu di beberapa tempat umum dimana ketika bertemupun secara refleks kita  hanya  melakukan teknik komunikasi non verbalnya orang sunda, yaitu menganggukan kepala secara khas  diiringi gumaman “heheh” dan kemudian berlalu tanpa ada obrolan apapun. Selain itu  kita  hanya beberapa kali saling mengirim pesan biasa melalui sebuah situs jaringan sosial di internet bernama Friendster. Nuthin’ more than that.

Pada tahun 2009, tepatnya tanggal 16 januari 2008,  setelah sekian lama kita tidak berkomunikasi gw iseng – iseng ngirim pesan singkat di Friendsternya dia (waktu itu kayaknya facebook belum sengetren sekarang)

Isi pesannya singkat aja, namanya juga iseng.

Slaturrahmi ah…. Halo Chiii. Haihai..

Sama sekali ga ada niatan apapun di pesan singkat gw. Motivasi gw waktu itu cuma iseng2 silaturahmi aja. Besoknya Asri ngebales di fs gw dan gw bales lagi. Singkat cerita, setelah bales balesan pantun, maksud gw pesan, kita chatting di Yahoo Messenger. Itu pertama kalinya gw chat ama dia, dan pada saat itulah gw baru kenal beneran siapa itu Asri  Fitriasari. Kita ngobrola banyak banget, saling bertukar informasi, saling menggali satu sama lain sehingga pada hari itu gw tau bahwa dia suka sayuran ,es coklat, dan beberes. Sedangkan Asri pun tau klo gw itu orangnya suka iseng  iseng ngirim pesen ke orang :p.

Sejak saat itu kita jadi sering  berkomunikasi.

Semakin sering.

Semakin kenal.

Semakin ngerti.

Sampai sekarang..

A year has passed. A remarkable year when i  found my most precious treasure..

Her Name is Asri Fitriasari.

And we’re getting married this year. (Amin)

Rgds

-Indra-

-

-

-

-

Ps : Buat  Bebe, masih inget khan dangdutan yang ini?

You’re the light when i’m on my dark

You’re my white when i’m on my Black

Be my light

Be my white

Be my Wife..

^_^

He’s the man with the tunes.. every single story he heard or any events that he experienced, he can transform it to be such a nice song.. no matter how cheerful or bitter the story is (well, unfortunately “bitter” is the most topics he got so far..), with no time, he can translate a simple “curhat” conversations into  a wonderful lyrics and catchy melodies..

He’s my Friend.. Deden Supriadi is His Name.. They called him “Aden”

Well, terkait dengan tulisan beliau yang ini, saya cukup tergerak untuk membuat tulisan serupa. Yah, hitung hitung membalas kebaikannya.. ^_^

God give me such a wonderful life.  I’m surrounded by good friends with great talents. Aden adalah salah satu diantaranya. Dia mampu meramu sebuah cerita menjadi sebuah lagu. Cerita-cerita itu berasal dari cerita kehidupannya pribadi atau curhatan teman2nya.. terkadang mebuat teman-temannya bangga sekaligus sedikit cemas karena cerita pribadi mereka terekspos  keluar (untunglah tidak  semua, kebanyakan ya cerita pribadi dia sendiri, hehe). Tapi dibalik semua gift itu, He is really a good friend!.

Oke, sejenak lupakan foto diatas, dan saya bisa jamin pada anda bahwa dia adalah orang yang sangat menghargai arti sebuah persahabatan (tentunya untuk pujian ini saya akan meminta bayaran khusus dari beliau). Aden selalu sabar dan menghadapi semua tingkah temannya dari yang menyebalkan sampai yang.. ehm, lebih menyebalkan.

Contoh kesabarannya :

Teman : halo kang den..

Aden    : hai..

Teman : Kang Den, lapar… tapi bokek uy,,

Aden    : makan atuh yuk?

Teman : Hayu hayu! (antusias) tapi lagi pengen masakan padang nii..

Aden    : Euuh,, (menerawang mengingat sisa uang di sakunya) boleeh..

Teman : asiiik, makasih kang deeen.. tiap hari ya..

Aden    : uhuk, i.. iya.. (tetap sabar)

atau..

Teman : Kang Den, jemput doong..

Aden    : Boleh, dimana?

Teman : Di Cimahi

Aden    : Oke, tungguin ya..

FYI, Saat itu posisi Deden adalah di.. RANCAEKEK.

Well, He’s the man, a humble man with unsimple mind.. Thanks, Den!

NB : Pelaku Teman diatas tentunya BUKAN penulis..

Potret ulang tahun ideal yang gue dapetin waktu gw masih kecil dulu didapatkan dari banyaknya pesta ulang tahun yang gue kunjungi. Kemeriahan, kue kue dan makanan yang berlimpah, nyanyi nyanyi, gim gim seru, dan banyaknya buntelan- buntelan kado yang menggunung membentuk satu kesimpulan tentang imej ulang tahun pada masa itu, yaitu : SANGAT MENYENANGKAN.

Anehnya, somehow sewaktu gw mulai berajak SMA, kesan itu berangsur-angsur menghilang. Tak ada lagi nyanyian riang dan kado kado yang menumpuk itu (well, some cases masih ada juga sih), yang ada malah aksi anarkisme yang dilegalkan dengan suksesnya. Mau tau?

Beberapa metode pengucapan selamat ulang tahun yang gw temuin di jaman gw SMA dulu adalah sebagai berikut :

1. Eh, haiii kamu… Selamat Ulang tahuuun,,, PLAAAKKK!!   (Nampar, trus  lari sambil nyengir)

reaksi yang berulang tahun : tersenyum senang,tapi pas ditampar BETE

2. Eh, haii… PLAKKKK!!!, nampar dulu baru bilang dengan maniis banget, ” Slamat ulang tahun yaaa…” kebalikan dari metode yang pertama dengan tingkat intimidasi yang sama hinanya.

reaksi yang berulang tahun : BETE, terus senyum.. tapi senyumnya maksa.

3. CUBIT! nah ini dia yang lebih kejam.. kebanyakan pelakunya adalah wanita dimana salah satu gift yang dikaruniakan Tuhan kepada wanita adalah cubitan maut dengan level putaran beda beda tipis dari dari putaran kipas angin. Lebih gawat lagi bila sang pencubit adalah wanita yang kebetulan sedang datang bulan,  karena biasanya mereka akan mencubitmu tanpa belas kasihan sedikitpun.

reaksi yang berulang tahun : BETE. Kemungkinan tidak akan bisa tersenyum selama dua minggu..

4. Paket Combo, adalah kompilasi dari tamparan, cubitan dan kontak fisik lainnya yang disesuaikan dengan selera pelaku. Terkadang dikombinasikan dengan lemparan tepung terigu, telur dan barang yang basah-basah-lengket lainnya. Semakin hari jadwal penyiksaan bertambah semakin padat saja dikarenakan banyaknya inovasi- inovasi dari para pelaku agar si anak yang berulang tahun menjadi orang ternelangsa sedunia. Yang paling populer adalah menggotong si korban ke wc wanita dan menceburkannya kedalam bak mandi seolah sang korban adalah teh celup dan bak mandi adalah gelasnya.

reaksi yang berulang tahun :  sedih, terhina, bercampur senang. karena tahu bahwa suatu hari dia bisa melakukan hal yang sama pada salah seorang pelakunya.

Dan itu semua adalah tontonan2 tragis yang cukup bikin hari2 gw di sekolah  jadi tidak membosankan. Terutama karena gw adalah oknum yang cukup bertanggung jawab atas ide-ide penyiksaan itu.

Nngg.. Tentunya kecuali hari dimana gw sendiri yang berulang tahun dan mengalami semua hal itu.

Kelas satu, gw selamet.. karena belum semua orang tau klo hari itu adalah hari ultah gw. gw santai meen..

Kelas dua, kena tampar sekali dari cewek tercentil di kelas. Semakin tinggilah hasrat untuk melempar beliau dengan sandal.

Kelas tiga

Tahun itu gw mengalami ultah yang cukup naas, dimana gw dihadiahi paket combo plus plus..  mau tau kenapa gw sebut plus plus? check this out,  sebelum gw dicelup celup kedalam bak mandi WC cewek, salah seorang pelaku yang kurang bertanggung jawab berinisiatif untuk terlebih dahulu dengan cerdasnya menaburkan isi tong sampah yang ada di WC itu ke badan gw yg masih telentang tak berdaya. Sebenarnya tidak maslah bila isinya adalah sampah – sampah yang normal. Dan saat itulah gw melihat benda itu..

benda apa emang?  mmm… Kira kira aja nih ya.. benda apa sih yang cuma ada di tong sampah WC cewe?

betul. PEMBALUT WANITA.

Aduh plis yaaa.. gw aja sampai histeris ngeliatnya (fyi, ada kalanya juga bagi seorang pria untuk histeris). barangnya seken dong bo, seken.. and it’s there, on my school shirt, with all of the (maaf) blood… jangankan gw yg jadi victim, temen gw yang ngelemparin tong sampahnya juga ikut kaget (bedanya dia kaget senang). Namun  gw bisa melihat ada rasa penyesalan di matanya (okei, enggak juga sih). Cukup? oh belum.. seolah olah gw masih keliatan kurang sengsara , sepatu gw dibawa kabur dan digantungin ke atas tiang basket. Jadilah pemandangan yang tidak lazim dimana ada seorang anak basah kuyup yang berlumuran sampah sedang loncat loncat mengambil sepatunya di lapang basket. Mungkin bila ini terjadi di depan gedung DPR, publik akan menganggapnya sebagai aksi teatirikal untuk menuntut kebijakan pemerintah. bedanya, tidak ada satupun wartawan yang meliput. Aduh gustiii!

somehow, hari itu gw kesulitan mengambil hikmah dari apa yang terjadi..

But it’s fun anyway..  except for the blood part.

Sumpeh deh..  pengen konsisten nulis, cuman gatau kenapa tiap ada waktu dan niat, pas si tangan dah di kibor dah siap ngetik,, itu cerita2 yg udah gw siapin buyar entah kemana…

kenapa yah?

ga mood aja kali?

atau udah ga kuat ama bau badan sendiri?

uhm, eniweiii, sebenernya sih yaa.. kayaknya sih mood itu bisa2 aja ada klo dipaksain,, mungkin gw lagi sok sokan “writer’s block”  aja.. well, despite the facts that i’m not a truly writer, i guess i have to push myself to write..

se-nggak pentingnya apapun itu…

dan inii.. adalah salah satu post ga penting ya just pop out dari kepala gue..

rgds

Sedodol – dodolnya gue, tiap ada orang yang nanya ama gue, entah itu tentang hal yang serius, ga serius, atau bahkan yang cuma basa basi, pasti selalu bisa gue jawab, meski kebanyakan jawaban yang keluar dari mulut gue adalah jawaban yang konyol a.k.a ngasal.

Tapi baru kemarin ini, selama hidup gue baru bisa ngalamin yang namanya speechless ngadepin pertanyaan orang.

Padahal nih yah, bukan termasuk pertanyaan yang tergolong sulit dan membutuhkan intelegensia yang tinggi buat ngejawabnya, tapi somehow gue sampe mati kutu dibuatnya.

Saking mati kutunya sampai – sampai kayaknya kutu beneran yang ada di kepala gue juga ikut-ikutan mati.

Kejadiannya minggu kemaren, waktu gue lagi jalan ama dia ke sebuah mall, dan kebetulan ada beberapa orang yang dengan hebatnya mengenali muka gue, menspot makhluk di pinggir gue, dan kemudian bertanya dengan ramahnya, dengan pertanyaan yang (lebih hebatnya lagi) sama :

“Ndra, ini siapa?”

*Degg..

Hening.

Umm.. gue sempet memikirkan beberapa alternatif jawaban beserta efek samping yang mungkin aja terjadi.

  1. Pacar : Gue pasti digorok dia.
  2. Adik : Sama juga, digorok sih nggak, tapi potensi terjadinya tindakan kekerasan tetap besar.
  3. Calon : Meskipun efek positifnya gue bakalan dikasih selamat oleh orang yang nanya, gue lebih khawatir terhadap resiko gue ditampar di hadapan umum dengan tuduhan “ngaku ngaku”
  4. Jawaban favorit semua orang : Temen. Jawaban ini sebenarnya paling aman, namun bila sang penjawab tidak ahli dalam mengontrol ekspresi mukanya (yang mana itu gue) akan menimbulkan beberapa reaksi dan pertanyaan standar tambahan lainnya dari si penanya seperti:
    1. Ah masaaa… temen dimana ndra? (sambil tersenyum nakal)
    2. Berbagai variasi gumaman menyebalkan seperti “ooohhh”, “mmmmhhh” atau “oh ya?” ditambah kerlingan mata yang bikin gue tambah semangat buat menimpuk sang penanya dengan sesuatu yang berat.
    3. Tanggapan paling annoying sedunia : “Temeen apa temeeennn..”

Yah,, dan akhirnya gue cuma senyum aja.. ya, senyum. Suatu hal yang cuma biasa gue lakuin klo ketauan kentut di depan umum. Cuma Senyum ajah..

Cuman sayangnya tindakan ini justru merupakan blunder yang sebenarnya berdampak lebih fatal lagi karena justru mengindikasikan memang ada sesuatudiantara kita.
Reaksinya? kurang lebih sama dengan 3 poin diatas, dan cukup bikin gue berharap saat itu muncul pertunjukan barongsay atau apapun yang bisa dijadikan pengalih perhatian sehingga kita bisa pergi tanpa dicurigai orang..

huhu..

tapi sekarang, gue udah tau jawabannya! (yakin mode: on)

“Ndra, ini siapa?”

“Ini? oh,, ini partner saya tante.. kenalin..”

H Min Satu

Hmmm,, ada yang tidak beres nih dengan diri gue. Bukan, bukan karena ketombe di rambut gue yang semakin banyak, tapi gue sedang bermasalah. Masalah ini…… masalah terbesar gue selama ini, yaitu diri gue sendiri.

Ugh,, somehow, i can’t stand it anymore.
Harus nyari udara segar, yang mana sebenarnya gue tahu udara segar itu tidak dijual eceran, tapi akhirnya gue harus ambil keputusan, untuk kebaikan gue sendiri. Dan dia tentunya.
Huff.. Okedeh, gue bulatkan tekad dan kotakkan niat (gariing).
Gue akan menghilang.

Hari Pertama

Gue bangun tidur, ngeliat jam, dan segera bersiap-siap ke kantor. Kegiatan teknis lainnya seperti mandi dan memakai baju agaknya kurang etis gue ceritain disini, karena selain tidak penting, itu agak pribadi soalnya. Gue matiin hape, simpan hapenya di lemari kamar kosan, dan pergi ke kantor.

Hari itu gue lewati dengan kesepian luar biasa. Ga ada Telepon,Sms, bahkan YM sekalipun..
Oke, kayaknya gue masih kuat, pikir gue.
Bohong.

Hari Kedua

Gue ngecek imel dan pesbuk. Dengan mode offline tentunya. Di statusnya, Dia ngetik “kehilangan, Titik!!” gue sempat berpikir apakah dia kehilangan titik? ngapain juga dia kehilangan titik? coba ya, apa nggak ada sesuatu yang lebih penting gitu untuk dirasakan kehilangannya selain titik? seperti ya…. contohnya siapa ya? ya… anggap aja orang. Kayaknya lebih pantes kehilangan orang deh, dibanding kehilangan titik.

Dan kembali, gue ngerasa jadi orang bodoh. Lagi.
hari itu gue lewatkan dengan kesepian dan kebodohan.
Gue dan hobi gue menyiksa diri sendiri.

Hari Ketiga

Berat Jendral,, semakin susah bernafas , ga ada batrenya. Ya udah, Nyoba iseng buka YM aaahhh…. kali aja ada aura kasih lagi online. Mungkin dia mengerti keadaan gue selama ini, secara gue juga ngerti keadaan dia sebagai seleb. *PLAAKKK!!

Wah.

Ada dia. (Bukan, bukan Aura Kasih, tapi DIA)
Online.

aduh…

Tangan gue udah gatal, ingin menyapanya. Untuk mengobati gatal itu gue coba mengalihkan perhatian dengan mencoba menyetel lagu yang sebenarnya tidak membantu sama sekali karena semua lagu – lagu yang gue setel adalah tentang dia.

Uuggh…
“Tahan ndra, tahan, lo belum bisa ngatasin diri lo sendiri.. bagaimana lo bisa ngadepin dia sekarang? “

Ada yang berbisik. Diri gue kayaknya, soalnya ga ada siapa siapa lagi disana.

Suara lain berbisik, “Ya ampun draaa… lo jadi cowok kejam banget yak? kenapa gak sekalian aja lo nyopet dari nenek tua di bis yang sedang berdiri karena gak kebagian tempat duduk!?
KEJAM IH!”

Dua sisi itu terus berkelahi meninggalkan kebingungan di kepala gue.
Pusing.

Dan kembali hari itu gue lewatkan dengan kesepian akut dan kebodohan spektakuler yang membuatku tak bisa tidur dan tentu saja langsung sepaket dengan bangun kesiangan pada keesokan harinya.
Crap.

Hari Keempat

Kepala gue pusing karena kurang tidur dan kurang gizi karena setelah 3 hari ini mencoba berkelahi dan berdamai dengan diri gue sendiri.
Finally, ketika shalat jumat gue ngerasa lebih tenang… lebih.. i don’t know, ikhlas?

Allah knows the best..

U Just can’t hurry things like this..
Let Allah arranges everything for you, and all u have to do is keep on the faith, ndra..

PLOP!

Huff..

Oke, i think i’m ready now…

Sorenya

Gue Nyalain Hape > Text message > Write New

“Hi Be…”

Send Message.

T A M A T

Let’s go for a walk. Just enjoy the view.
Nothing else.
And i’ll show you the world from my sight.
Our World.

Haihai, Gw baru pindahan blog nih.. 

Rgds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.